Hangga Fathana is an Indonesian scholar and policy analyst specialising in Australian foreign policy, Indonesia–Australia relations, and Indo-Pacific strategic affairs. He is a Faculty Member in International Relations at Universitas Islam Indonesia and a Senior Research Fellow at the Perth USAsia Centre at The University of Western Australia. With more than a decade of experience in teaching, research, and policy engagement, his work brings Indonesian perspectives to debates on Australian politics and foreign policy and their implications for Indonesia and the wider Indo-Pacific.
-
Berpagi-pagi
Berpagi-pagi aku berjalan. Serpihan langkah aku kumpulkan, tanpa tahu apakah akhirnya akan sampai ke tujuan, tanpa tahu harus singgah di berapa persimpangan, tanpa tahu cuaca seperti apa yang akan datang. Hanya ada sebuah keyakinan, bahwa perjalanan ini harus dimulai, bahkan, saat jalan di depan masih diliputi kabut. Awalnya, kukira perjalanan hanya membutuhkan keberanian untuk mengambil… — read more
-
Melampaui sekat: identitas, pemikiran, dan hak asasi manusia
Jika kita meyakini bahwa nilai-nilai dalam Islam bersifat universal dan relevan bagi siapa pun, di mana pun, maka pertanyaannya menjadi: bagaimana orang non-Muslim melihatnya? Apakah mereka secara otomatis menerimanya sebagai sesuatu yang juga “milik mereka”? — read more
-
Fitrah kemanusiaan
Pagi Idulfitri selalu membawa suasana yang berbeda. Ada takbir yang bergema, wajah-wajah yang tampak lebih teduh, dan hati yang terasa sedang diajak pulang ke kedalaman rasa syukur. Setelah sebulan menempuh Ramadan, kita sampai pada satu titik yang sering disebut sebagai hari kemenangan. — read more
-
Di antara kaset dan karton
Dulu, Bapak adalah seorang penyiar radio. Dari sana semuanya bermula. Ada satu lorong sempit di kantor radio itu, lebarnya tak lebih dari dua setengah meter, memanjang sekitar lima belas meter. Di kiri dan kanan, juga di bagian atas, tersusun rapi ribuan kaset. Setiap punggungnya ditandai tulisan tangan—huruf, angka, kode—ditoreh dengan spidol hitam yang sama, oleh… — read more
-
Penjara definisi
Dalam dunia akademik, konsep seharusnya membantu orang berpikir. Konsep lahir bukan untuk memenjarakan argumen, melainkan untuk membuka jalan bagi pemahaman yang lebih tajam terhadap realitas. Konsep memberi alat untuk membaca pola, menguji hubungan, dan menjelaskan kompleksitas. Namun dalam praktiknya, yang kerap muncul justru hal sebaliknya: definisi dibekukan, lalu diperlakukan seolah-olah sebagai acuan tunggal yang final.… — read more
-
Pulang bersama
Tak ada yang berbeda. Seperti biasanya, malam di Bratislava begitu hening. Udara bergerak pelan di sela-sela bangunan tua. Lampu-lampu menyala serupa taburan kejora. Langit seolah sedang meninabobokan bumi, membujuk segala yang letih agar berhenti sejenak dari urusannya. Di kota ini, malam tidak selalu hadir sebagai penutup hari. Kadang, Bratislava justru terasa seperti pelukan erat, yang… — read more
-
What Prabowo’s Washington Messaging Means
President Prabowo’s Washington messaging pairs a principled stance on Gaza with an unusually direct signal of operational readiness. For Australia, the real question is what this shift means for the future of Australia–Indonesia “common security” and practical cooperation. President Prabowo Subianto’s Washington messaging combined a principled position — support for a two-state solution as “the only… — read more
-
Bahasa pertama
Banyak orang telah lebih dulu memberi peringatan bahwa Slovakia bukan negeri yang cukup ramah bagi penutur bahasa Inggris. Kalimat itu beberapa kali singgah di telinga sebelum keberangkatan, seolah hendak menjadi bekal mental agar ekspektasi tidak terlampau tinggi. Pada mulanya, peringatan itu tidak terlalu menggoyahkan keyakinan. Bukankah di atas bahasa selalu ada rasa kemanusiaan yang tidak… — read more
-
Tamparan Jakarta
Hari ini Jakarta menampar tanpa perlu mengangkat tangan. Bukan dengan teriakan. Bukan pula lewat berita besar. Tamparannya datang lewat hal kecil yang sering luput, yang biasanya kita lewati sambil lalu: menunggu kendaraan. Jam menunjukkan sekitar tiga sore, dan di kepalaku ada angka yang berdetak seperti timer: 16.07—jadwal kereta bandara. Angka itu terkesan biasa, tapi cukup berdaya mengubah napas… — read more
-
The placebo risk to the Australia–Indonesia “common security” treaty
Anthony Albanese arrived in Jakarta this week carrying a document that sounds bigger than it is: a “Treaty of Common Security” between Australia and Indonesia. Today, 6 February, he meets President Prabowo in Jakarta, with the treaty expected to be signed as the centrepiece of the visit. In Indonesia it is being pitched as a new chapter in the… — read more