Hangga Fathana is an Indonesian scholar and policy analyst specialising in Australian foreign policy, Indonesia–Australia relations, and Indo-Pacific strategic affairs. He is a Faculty Member in International Relations at Universitas Islam Indonesia and a Senior Research Fellow at the Perth USAsia Centre at The University of Western Australia. With more than a decade of experience in teaching, research, and policy engagement, his work brings Indonesian perspectives to debates on Australian politics and foreign policy and their implications for Indonesia and the wider Indo-Pacific.
-
Membaca merger perguruan tinggi
Hari ini, Adelaide University resmi beroperasi secara penuh. Universitas ini lahir dari penggabungan dua institusi yang sama-sama mapan: University of Adelaide, sebuah sandstone university dengan sejarah kolonial panjang, dan University of South Australia, universitas hasil transformasi besar dalam lanskap pendidikan tinggi modern Australia. Secara formal, hari ini menandai dimulainya operasional penuh Adelaide University, meskipun proses transisi kelembagaan… — read more
-
Di mana universitas kita?
Pertanyaan ini belakangan sering mengganggu pikiran saya. Bukan karena kurangnya jumlah universitas di Indonesia—justru sebaliknya. Negara kita memiliki lebih dari 4.500 perguruan tinggi. Jumlah yang luar biasa. Namun, di tengah kelimpahan itu, muncul kegelisahan yang lebih mendasar: di mana sebenarnya posisi universitas dalam imajinasi masyarakat kita hari ini? Refleksi ini berangkat dari bacaan saya atas tulisan… — read more
-
Tentang memilih rektor
Dalam konteks universitas, pemilihan rektor tidak sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan estafet nilai—proses panjang untuk memastikan agar institusi pendidikan tinggi tetap setia pada marwahnya, teguh pada nilai-nilainya, dan lestari melintasi pergantian zaman. — read more
-
Kampus, nilai, dan etika
Dalam beberapa dekade terakhir, lanskap pendidikan tinggi global mengalami pergeseran mendasar. Di bawah logika neoliberalisme, kampus kian dipandang terutama sebagai mesin produksi pengetahuan, penghasil luaran terukur, dan pemasok tenaga kerja bagi pasar. Indikator kinerja, peringkat internasional, sitasi, dan daya saing global menjadi bahasa dominan dalam menilai keberhasilan perguruan tinggi. Tanpa disadari, cara pandang ini perlahan… — read more
-
Australian universities: A waning soft power
Driven by political mood rather than long-term strategy, higher education has become fast, fragile and transactional. — read more
-
Senja kala pendidikan politik
Salah satu hal menantang yang sering dihadapi dosen ilmu sosial adalah saat menjelaskan definisi politik di depan mahasiswa. Kebanyakan literatur dari Barat membingkai politik sebagai strategi meraih tujuan, terlepas dari baik buruknya cara yang dipakai. Machiavelli secara gamblang menyebutkan politik adalah saat strategi apapun dapat dibenarkan selama tujuan dapat tercapai (the ends justify the means).… — read more
-
Hidangan Ilahi
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah menggambarkan Al-Qur’an sebagai Ma’dubatullah — hidangan Ilahi. Meski riwayat itu dinilai lemah, maknanya sangat indah dan tetap sejalan dengan pesan Al-Qur’an sendiri: bahwa kitab suci ini adalah rahmat dan petunjuk bagi manusia. Kata ma’dubah berasal dari kata adab, yang berarti himpunan nilai-nilai luhur dan tata laku yang indah. Dari akar kata ini kita memahami bahwa… — read more
-
Dua pagi di kampus terpadu
Di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), selalu ada dua pagi yang paling menggetarkan: satu pagi yang berdenyut dengan lautan jas almamater, dan satu pagi lagi yang berkilau oleh toga biru. Dua pagi itu menjadi cermin bagaimana ilmu, harapan, dan cinta bertemu di ruang yang sama. Yang pertama datang setahun sekali, bernama kuliah perdana. Yang… — read more
-
Hati yang bersahaja
Beberapa hari terakhir, mendapat tugas istimewa: menjadi panitia penyelenggara peluncuran buku “Mengamati Islam di Indonesia 1971-2023” karya Prof. Mitsuo Nakamura, seorang antropolog Jepang yang sejak 1970-an meneliti dan menuliskan banyak hal tentang Islam Indonesia. Di balik riuh rendah persiapan teknis acara, justru muncul ruang hening untuk berefleksi. Sebab, dalam proses itulah kisah tentang Prof. Abdul… — read more
-
Samudra keseragaman
Samudera keseragaman (sea of sameness): wajah kampus yang makin seragam, jargon yang berulang, dan strategi yang nyaris tak dapat dibedakan. Yang tersisa hanyalah kompetisi kosmetik—siapa paling cepat, siapa paling ramai, bukan siapa paling relevan. — read more