-
Cahaya kemanusiaan
Cahaya, menurut ilmuwan, adalah salah satu energi yang menjadikan kita mampu melihat bayang-bayang yang di sekitar kita. Tetapi, bukan itu yang dimaksud dengan Allah sebagai cahaya. Karena memang, kata cahaya di dalam Al-Quran mempunyai tidak kurang dari 10 makna, antara lain ilmu, jalan yang lebar dan lurus, iman, bulan, bahkan Nabi Muhammad SAW pun dinamai… — read more
-
Dinding tanpa jendela
Suatu hari, seorang kawan mempertanyakan sebuah istilah: Islam ‘kosmopolitan’ itu maksudnya apa? Mengapa Islam perlu diberi label seperti itu? Mengapa tidak cukup dengan konsep Islam sebagai ‘rahmatan lil ‘alamin’? Mengapa seolah-olah umat Islam ‘nggak pede’ dengan agamanya sendiri? Selain itu, kata ‘kosmopolitan’ sering kali terkait dengan gambaran majalah tertentu.” Sekilas, kritik kawan di atas dapat… — read more
-
Jalan yang lapang
Bayangkan, bersama ribuan orang, kita tengah berjalan di jalan sempit ke suatu tujuan. Kecepatan dan gaya jalan tidak sama satu sama lain. Walhasil, potensi gesekan, kaki terinjak, suasana sesak, tidak nyaman, dan pandangan jalan terhalang bisa jadi gambaran suasana yang akan dirasakan. Bagaimana jika jalan tersebut lebar, lapang, membentang lurus, dan mampu menampung semua pejalan?… — read more
-
Ulul albab dalam globalisasi
Globalisasi bukanlah peristiwa baru. Sementara pakar menilai fenomena ini sebatas internasionalisasi yang berulang, tidak jauh berbeda jika dibandingkan saat Columbus menemukan benua Amerika (1492), bahkan serupa saat Dinasti Abbasiyah mendirikan Bait Al-Hikmah (813) yang pada masanya menjadi pusat perkembangan ilmu dunia. Globalisasi hanyalah sebentuk repetisi perkembangan relasi peradaban antarbangsa. Betapa pun, ada yang berbeda dengan… — read more
-
Cahaya di atas cahaya
Era globalisasi yang memudarkan batas negara dan batas nilai telah semakin banyak mengubah cara manusia dalam memandang dan menilai sesuatu. Manusia semakin hanya mengandalkan kemampuan panca indra. Kita menjadi begitu mudah mempercayai apa yang dilihat, langsung meyakini apa yang didengar, cepat melegitimasi apa yang dirasa. Agaknya, fenomena ini sejalan dengan adagium yang dipopulerkan sejarawan dari… — read more
-
Mendamaikan hati, melapangkan dada
Menurut sebagian pendapat, hati kita memiliki pilihan untuk menjadi salah satu dari dua fungsi: menjadi tempat, atau menjadi alat. Jika menjadi tempat, maka ia akan berfungsi laksana wadah air. Apabila wadah itu kecil, maka sedikit goncangan terhadapnya akan membuat air mudah terombang-ambing, tidak jarang justru meluap keluar dari wadah. Demikianlah gambaran orang yang mudah sempit… — read more
-
Memaknai keseimbangan
Salah satu hal yang penting untuk kita refleksikan dalam hidup adalah konsep keseimbangan. Keseimbangan merupakan kunci eksistensi dari seluruh dimensi, mulai dari alam semesta yang luas hingga kehidupan kita sebagai manusia. Bumi yang kita huni tidak akan mampu menjadi tempat tinggal yang aman jika tata surya tidak seimbang. Tidak akan ada malam bertabur bintang yang… — read more
-
Menyuluh cahaya peradaban
Dalam sebuah pertemuan akhir mata kuliah Teori Hubungan Internasional tahun 2019 lalu, saya mendapati salah satu mahasiswa dengan sarat rasa ingin tahu mengajukan pertanyaan cerdas: mengapa teori-teori politik, hubungan internasional, dan kebanyakan sains saat ini didominasi oleh perspektif negara-negara Barat? Mengapa perspektif Islam tidak hadir sekuat perspektif Barat? Mencari Islam Setelah memahami pertanyaan bernas tersebut… — read more
-
Membaca masa depan
Sering kita mendengar, cerita tentang keberhasilan masa lalu di berbagai entitas sosial yang sengaja digaungkan untuk memantik semangat meraih kejayaan masa depan. Dari tingkat negara, misalnya, kerap kita dengar cerita rekaman sejarah yang menunjukkan gelora perjuangan atau pembangunan peradaban. Demikian halnya di struktur sosial lainnya, seperti bangsa, suku, agama, hingga entitas terkecil yaitu keluarga, dan… — read more