-
Korporatisasi kepemimpinan
Memimpin organisasi ibarat menata musik. Orkestra menuntut ketepatan, jazz hidup dari ruang improvisasi, gamelan berdenyut lewat rasa kebersamaan, dan mars negara bergema lewat disiplin serta simbol. Tidak ada satu cara yang berlaku untuk semua. Begitu pula organisasi: perusahaan, yayasan, kampus, bahkan negara. Masing-masing punya irama sendiri, dan pemimpin yang gagal menangkapnya hanya akan menghasilkan kebisingan,… — read more
-
Ilusi keselamatan
Bayangkan sebuah kapal di tengah badai. Ombak menghantam, angin menderu, dan semua awak panik mencari arah. Di saat genting itu, sang nahkoda berdiri tegak di buritan, menggenggam kemudi dengan penuh keyakinan. Dengan suara lantang ia berteriak, “Ikuti aku, ini jalannya!” Ketegasannya memberi rasa lega seketika, seolah kepastian telah ditemukan di tengah kekacauan. Namun, di balik… — read more
-
Pasar dan kematian kemanusiaan
Di tengah dunia yang digerakkan oleh kapital, hanya dengan keberpihakan pada kemanusiaan, peradaban bisa diselamatkan. Karena sesungguhnya, yang paling mendasar dalam hidup ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, melainkan kesinambungan empati. — read more
-
Dosen adalah buruh
Pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 1 Tahun 2023 untuk memusatkan dan menyederhanakan pengelolaan jabatan fungsional Aparatur Sipil Negara (ASN), menuai sorotan publik–terutama kalangan dosen. — read more
-
Negara zona nyaman
Setelah lima hari dalam ketidakpastian, akhirnya Anwar Ibrahim terpilih sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia. Tidak seperti biasa, pemilu Malaysia kali ini menghasilkan parlemen menggantung dengan tidak terbentuknya mayoritas oleh pihak manapun, baik Pakatan Harapan, Barisan Nasional, maupun Perikatan Nasional. Selama masa menggantung, negosiasi politik berjalan sangat intensif, sampai akhirnya Raja Malaysia menggunakan kewenangan dengan menunjuk… — read more
-
Manusia panggung
Pagi ini, perlahan kukayuh pedal menuju timur. Seperti biasanya, perjalanan sepeda tak satupun yang pernah terencana. Mengalir begitu saja, mengikuti arah angin, dan menuruti rasa. Dua puluh kilometer berjalan, sampailah di tepi perbatasan. Dari jauh, Candi Prambanan tampak menawan di sisi kiri perjalanan. Perlahan, kuarahkan jarak untuk kian mendekat. Sayup-sayup terdengar alunan gamelan di antara… — read more
-
Secangkir kopi dan refleksi nurani
Pekan kedua September 2015, dalam sebuah penerbangan menuju ke Glasgow, aku berkenalan dengan seorang perempuan paruh baya yang duduk berdampingan dengan kursiku. Penelope (bukan nama sebenarnya), memperkenalkan dirinya sebagai seorang profesor bidang ekonomi pada sebuah perguruan tinggi ternama di Amerika Tengah. Selama delapan tahun terakhir, ia telah menjalankan peran sebagai Dekan Internasionalisasi dan Pengembangan Strategis.… — read more